Rekonstruksi itu lebih mahal

Posted on Updated on


Fenomena bencana seharusnya menjadikan kita belajar. Bukannya bagaimana nanti. Fokus pada penanganan darurat paska bencana tidak seharusnya dilakukan. Studi oleh Organization of America State (OAS), United States Agency for International Development (USAID) dan Caribbean Disaster Mitigation Project (CDMP) bahwa sektor ekonomi dan pembangunan di negara diarahkan pada investasi dibidang mitigasi bencana ternyata membuat ekonomi lebih tahan dibandingkan dengan semata-mata berkonsentras pada proses rekonstruksi (nantinya). Biaya untuk Rekonstruksi dibandingkan dengan persiapan (preparednes) adalah 2:1. Rekonstruksi itu mahal.

Ganjalan ekonomi makro, mengakibatkan recovery kota Kobe Jepang, akibat The Great Hanshin-Awaji Earthquake 1995 berlangsung 8 tahun (lambat);

Investasi pada infrastruktur, gedung yang tahan bencana, serta pada daerah rawan bencana lainnya lebih hemat biaya dibandingkan dengan pembelanjaan untuk penanganan bencana serta korban. Krisis global yang mulai melanda dunia, membuat masyarakat dunia, pemilik dana besar serta Indonesia sendiri memilih untuk menyelamatkan perekonominannya. Sumber-sumber pendanaan sedang sibuk recovery ekonominya. Potensi bahaya bencana selalu ada, tetapi semoga tidak berubah menjadi bencana (besar) disaat ketidakberdayaan global.

Recovery Kobe Jepang tahun 1995 memakan korban 6.481 jiwa. Ini merupakan bencana besar kedua di Jepang sejak topan di Teluk Ise (Ise-bay Thypoon) tahun 1959 yang menewaskan 5.868 jiwa. Gempa yang sering disebut dengan The Great Hanshin Awaji Earthquake memakan waktu recovery 8 (delapan) tahun. Gempa Kobe dibarengi dengan runtuhnya buble ekonomi Jepang, krisis finansial sehingga bangkrutnya 619 bank serta jatuh tempo hutang. Krisis datang bertubi-tubi sehingga Kobe lama bangkit. Semoga tidak terjadi demikian di negeri kita ditengah krisis global ini. Amin.

ajiekdarminto.wordpress.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s