Sinkronisasi dokumen perencanaan yang overlap

Posted on Updated on


Salah satu permasalahan yang muncul saat pembuatan suatu dokumen perencanaan adalah adanya perencanaan sebelumnya yang masih berjalan dan memiliki kesamaan. Sehingga terbuka peluang untuk saling tumpang tindih/overlap. Permasalahan akan sedikit lebih mudah jika apa yang akan direncanakan merupakan isu strategis (strategic planning) yang spesifik dan terpisah dari apa yang selama ini ada. Sebaliknya, akan cukup rumit ketika apa yang dikerjakan adalah comprehensif planning yang overlap dan integral dengan kebijakan sebelumnya.

Contoh paling dekat adalah adanya dokumen Community Settement Plan (CSP) / Rencana Penataan Permukiman RPP ReKOMPAK yang akan dibuat, dan mengakomodir setiap perencanaan (misal RPJM Des, PJM Pronangkis & LPMD, PNPM ND). Atau mungkin kasus serupa, apa yang sebaiknya dilakukan?

Pertama, lakukan review terhadap progress implementasi dari dokumen perencanaan sebelumnya. Jika pelaksanaan belum dan dirasa masih relevan, maka dapat masuk kedalam dokumen perencanaan yang baru dengan sinkronisasi. Sinkronisasi tersebut dapat dilakukan dengan modifikasi kebijakan untuk pencapaian visi.

Kedua, tentukan strategi modifikasi. Sejumlah pilihan dalam melakukan modifikasi perencananaan antara lain:

  1. Modifikasi pilihan kebijakan, misalnya:
    1. Memperbesar, dengan memperluas, lebih tinggi, lebih panjang, lebih luas, menambah sumberdaya atau pelipatgandaan,
    2. Memperkecil, dengan mempersempit, memperpendek, membuat lebih rendah, lebih ringan, menghilangkan atau membagi dua,
    3. Mengganti, dengan mengubah komponen, mengubah urutan, menggunakan bahan lain, atau ganti lokasi,
    4. Mengkombinasi, dengan mencampur dua pendekatan, mengubah urutan, mengkombinasikan tujuan-tujuan, atau mengkombinasikan sponsor/donor
    5. Menata ulang, dengan membalik, mengubah urutan, mempercepat, memperlambat, dan mengacak
  2. Modifikasi lokasi, dengan motivasi penataan ruang (spasial) yang lebih baik.
  3. Modifikasi waktu, dengan dipercepat, diperlambat, urutan, bersamaan, selesai dalam waktu sependek mungkin, selama mungkin dan pembagian waktu.
  4. Modifikasi pembiayaan, ditujukan untuk efisiensi penganggaran dan alokasi prioritas.
  5. Pengorganisasian, dengan menentukan akan tersentralisasi, terdesentralisasi, dibentuk Pokja baru atau tidak, dan dilakukan modifikasi struktur jika perlu.

Ketiga, setelah melakukan modifikasi, maka dokumen kembali diurutkan berdasarkan visi, prioritas kebutuhan dan isu strategis yang ada. Proses ini bagian penting dari sikronisasi dari beberapa dokumen yang telah dibuat namun kurang relevan untuk dilaksanakan.

Unsur partisipasi masyarakat dalam sistem sangat penting disini. Integrasi kebijakan diatas dapat digunakan secara analogi untuk kebijakan perencanaan lain, tidak terbatas pada CSP.

Bagaimana menurutmu? Kasih comment ya..

ajiekdarminto.wordpress.com

Pustaka:

Carl V. Patton and David Sawick. 1993. Basic Methods of Policy Analysis and Planning. Prentice Hall, dengan modifikasi .

One thought on “Sinkronisasi dokumen perencanaan yang overlap

    abdur rahman said:
    11/07/2011 pukul 8:37 am

    Good statement,

    harusnya ngajukan diri kalau ada lelang tentang perencanaan di Kab. Sleman

    I am fully recommended

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s