Gunung Merapi (1)

Posted on Updated on


Gunung Merapi menjadi topik hangat berita belakangan ini. Julukan Most Active Volcano In The World agaknya sangat beralasan. Merapi unik. Mungkin sudah ratusan alat (sensor) dipasang untuk memantau gunung ini sejak puluhan tahun yang lalu.

Gunung Merapi dari citra satelit Landsat TM

Bahaya volkan ini melengkapi warna bencana di DIY. Selain potensi gempa tektonik dan potensi tsunami pada sisi selatan, potensi longsor disisi barat, kekeringan pada sisi tenggara, Merapi menempati sisi utara. Inilah menariknya Jogja. Tumpuan ekonomi pada sektor wisata masih menjadi primadona, meskipun memiliki kerentanan bencana. Data resmi yang ada, sektor properti paska bencana sedang mengalahkan sektor ini.

Baiklah, sekarang bicara mengenai Merapi. Bahaya alam Gunung Merapi, mengancam wilayah Kabupaten Sleman bagian utara dan wilayah-wilayah sekitar sungai yang berhulu di puncak Merapi. Wilayah ini terletak di utara Provinsi DIY, berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Gunung ini mudah dikenali dari Kota Yogyakarta, tinggal menghadap ke utara.

Gunung Merapi terletak pada koordinat 7°32,5’LS dan 110°26,5′ BT. Secara administratif termasuk Kab. Sleman, Prov. DI. Yogyakarta; Kab. Magelang, Boyolali, Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Gunung Merapi mempunyai ketinggian 2968 meter dari permukaan air laut (pengukuran tahun 2001), merupakan gunungapi tipe strato dengan kubah lava (Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, DESDM 2007).

Gunung ini dijuluki salah satu gunung volcan teraktif dan membahayakan didunia (the most active volcanoes and dangerous volcanoes in the world) oleh John Seach melalui situsnya di volcanolive.com dan JICA, 2007.

Indonesia juga memiliki 129 gunung berapi yang masih aktif. Letusan besar terakhir terjadi pada bulan April 2006 mengakibatkan lebih dari 20.000 orang mengungsi. Saat ini kawasan yang paling berbahaya yaitu arah Tenggara (sungai Woro menuju Klaten) dan arah Selatan (Cangkringan dan Pakem). Desakan magma terus terjadi dengan energi semakin besar, fase ini akan diikuti oleh letusan kecil dan awan panas wedhus gembel.

Desa Umbulharjo, Wukirharjo dan Kepuharjo Kecamatan Cangkringan, kebetulan menjadi daerah dampingan saya dan teman-teman dalam Program ReKOMPAK DIY. Saat ini sedang dibangun Barak pengungsian senilai kurang lebih Rp.500.000.000, sumber dana Rp.330.000.000 dari ReKOMPAK-Java Reconstruction Fund (JRF), sisanya dari Pemerintah Daerah dan Swadaya Masyarakat.

One thought on “Gunung Merapi (1)

    satriow said:
    25/10/2010 pukul 10:17 am

    pak, ada peta wilayah rawan letusan merapi tidak?mbok diposting pak, biar menjadi informasi bagi pembaca 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s