Disaster

RISIKO bukan RESIKO

Posted on Updated on


Masih sering dijumpai tulisan, “Pengurangan Resiko Bencana”, “Analisis Resiko Bencana”, “Resiko Keuangan”, “Manajemen Resiko”, “Pengendalian Resiko”…berbagi resiko”. Dalam ringkasan Renaksi Merapi (9-10/10/2011), temen pegiat di milis bencana pun masih menggunakan kata Resiko Bencana. Ada pula yang nulis “Risiko”. Sepertinya sepele, tapi ternyata RESIKO dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia TIDAK ADA artinya.. coba deh cek http://kamusbahasaindonesia.org/

Sebenarnya tulisan ini mulanya dai coretan Prof. Dwikorita dalam cover draf tesis saya, singkat padat jelas! Ditulisnya begini “risiko bukan resiko”. Find & Replace akhirnya… Mulai dari itu setiap ketemu (kalo masih sempet) ada tulisan Resiko coba saya luruskan. Tapi kalo dah kecetak di spanduk besaarr, digandakan ribuan media sosialisasi yaa sudah. Yang penting (sementara) ngerti maksudnya. Daripada pegel, ya ditulis aja lah di blog.

Cekidot!

Masuk ke http://kamusbahasaindonesia.org/ kemudian ketikkan Risiko kemudian enter. Coba kata Resiko, mungkin yang akan didapati ini:

risiko ri.si.ko
[n] akibat yg kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dr suatu perbuatan atau tindakan: apa pun — nya, saya akan menerimanya; dia berani menanggung — dr tindakannya itu

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/risiko#ixzz1ar8Sh0eX

Kalau Resiko

Maaf, kata resiko tidak ada dalam kamus!

 

Naahh… sebelum diketawain orang yang ngerti, dicek kembali tulisannya yaa… 🙂

Ujung dari Pengurangan Risiko Bencana

Posted on Updated on


Tiba-tiba ingat teman yang bilang kurang lebih begini, “… tangguh bencana, apa hubungannya dengan kesejahtaraan”. Waktu itu kami sedang diskusi tetang visi misi desa dampingan. Dengan sedikit senyum, seolah saya yang mengada-ada, waktu itu saya setuju tangguh bencana berada di depan kata-kata kesejahteraan.

Dari facebook Azis Setyawan (thanks bro)Dari facebook Azis Setyawan

Kami sedang berdiskusi dengan warga, untuk mereview visi misi desa. Tangguh bencana dan kesejahteraan sekilas memang tidak ada hubungannya. Mungkin yang dimaksud teman tadi, yang berhubungan dengan kesejateraan mungkin sebatas peningkatan pendapatan, lapangan pekerjaan, produktifitas lahan yang tinggi, pasar yang luas, profit yang tinggi, tanah subur dan seterusnya…

Jawaban saya mudah, “apakah itu bisa terjadi ada jika terkena bencana?” Logikanya adalah bencana itu merusak dan mahal. Jika mampu bertahan dan mengatasi potensi kerusakan bukankah itu juga menjadi lebih sejahtera? Recovery bencana itu luar biasa mahal. Coba kita lihat beberapa bencana besar:

  • Tsunami Aceh (2004) nilai kerugiannya Rp. 46,7 Trilliun
  • Gempa Yogya (2006) nilai kerugiannya Rp.29,2 Trilliun
  • Erupsi Merapi (2010) nilai kerugiannya Rp.3,2 Trilliun (angka sementara)
  • Total dari ketiga bencana tersebut Rp. 79,1 Trilliun, kalo ditulis lengkap Rp.79.100.000.000.000,00

Coba ambil kalkulator dan buat estimasi sederhana, kita bikin program kecil kelompok UKM peternak ikan lele beranggotakan 5 orang dengan modal stimulan Rp.5.000.000,00 akan ada 15.820.000 kelompok UKM atau 79.100.000 orang berdaya akan ekonominya dan Insya ALLAH lebih sejahtera. 79 juta artinya 30% penduduk Indonesia.

Bencana mungkin bagian dari nasib, tetapi bukankah manusia diberi akal dan pikiran untuk mengubah nasib tadi?

Bagaimana pendapat teman-teman?

 

(foto diambil dari facebook Aziz Setyawan. Nuwun Zis.

Peta Risiko Bencana tidak Relevan untuk Tata Ruang

Posted on Updated on


Ya. Peta Risiko Bencana tidak relevan dan tidak dapat digunakan sebagai pertimbangan tata ruang wilayah. Peta tata ruang memuat informasi perencanaan dimasa mendatang. Artinya peta ini merupakan alokasi ruang, baik struktur maupun pola-nya di masa mendatang.

Mengapa tidak relevan? Peta Risiko Bencana merupakan peta turunan (setidak-tidaknya) dari peta bahaya dan peta kerentanan. Peta bahaya merupakan potensi merusakkan proses atau situasi. Sementara kerentanan merupakan kondisi suatu komunitas yang mengarah pada ketidakmampuan dalam menghadapi bencana. Bertemunya bahaya dan kerentanan menghasilkan risiko. Artinya risiko bencana akan semakin tinggi jika bahaya dan atau kerentanan tinggi dan bertemu pada satu ruang yang sama. Jadi jika bahaya tinggi berada pada tempat/ruang yang berbeda dengan tingginya kerentanan maka tidak akan menghasilkan risiko bencana.

Baca entri selengkapnya »

Diversifikasi Ekonomi untuk Ketahanan Bencana

Posted on Updated on


ekonomi merapiDiversifikasi atau penganekaragaman, sering disebut dalam perbincangan mengenai pangan. Wacana penganekaragaman ini kemudian diadopsi dalam skala yang lebih luas terkait dengan kebencanaan. Penganekaragaman ini dapat menjadi strategi penting dalam pencapaian ketahanan bencana. Keterpurukan aset dan lambatnya recovery sering ditemui pasca bencana. Apa perlunya diversifikasi ekonomi dalam manajemen bencana.

Bencana secara umum akan mengubah banyak hal, termasuk didalamnya adalah aktifitas ekonomi. Belajar dari Merapi, mata pencaharian utama penduduk di lereng (terutama lereng selatan) adalah ternak dan pertanian. Bencana di akhir tahun 2010 mengubah semuanya. Aset penduduk berupa ternak tidak mampu lagi menopang kehidupannya. Pertanian demikian pula. Kondisi berikutnya adalah, hilangnya mata pencaharian utama dan tentusaja pendapatan. Keberdayaan dalam sektor ekonomi menjadi lumpuh.

Secara sederhana, semakin beranekaragam sumber penghidupan ekonomi, maka semakin besar kemungkinan untuk bertahan hidup. Jika memiliki satu sumber ekonomi, maka ketika terjadi bencana dan mengakibatkan kelumpuhan sumber tadi, maka tidak ada alterntif. Berbeda jika memiliki lebih dari satu, jika satu rusak maka masih ada beberapa lain yang bisa dijadikan sandaran ekonomi. Baca entri selengkapnya »

Gunung Merapi (6): Peta-peta daerah rawan bencana

Posted on Updated on


Peta-peta Rawan Bencana Merapi, semoga bermanfaat. Klik untuk memperbesar.

ajiek darminto

Gunung Merapi (5) Sehari sebelum erupsi

Posted on


Ini foto-foto Kepuharjo, Kaliadem dan Wedang Gedang sehari sebelum erupsi. Mungkin itu wedang gedang terakhir sebelum ibunya ngungsi… entah nunggu berapa lama lagi ada wedang gedang disana. Duduk sambil deg-deg-an menikmati Merapi yg sedang bergemuruh… Kalo jadinya seperti hari ini, mungkin hari itu urung naik.. Silakan kasih komment.

Foto: BB Andhika dan Nikon 5000D Ajiek

Gunung Merapi (3)

Posted on Updated on


Berikut Peta Rawan Bencana Sleman, semoga bermanfaat. Dicuplik dari peta RTRW Sleman. Jika ada sumber yang lebih lengkap, insya ALLAH segera diupdate. Klik untuk didownload, atau klik disini.  Desa Kepuharjo, Umbulharjo dan Wukirsari kecamatan Cangkringan, saat ini merupakan daerah dampingan ReKOMPAK JRF.peta rawan bencana merapi