CSP

Pemberdayaan atau pembiaran?

Posted on Updated on


Saya belum lama bertemu kata-kata sederhana yang dapat langsung memberikan gambaran mengenai apa itu pemberdayaan. Istilah pemberdayaan sebenernya sudah sering saya dengar sejak medio 2003, saat itu saya mulai bergabung di LPPSLH (Lembaga Penelitian Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup). Proyek pertama jadi Konsultan Evaluasi Program Perumahan Permukiman dan Peningkatan Kualitas Lingkungan di Departemen Kimpraswil (waktu itu).

Di akhir 2003 lanjut di P2KP (Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan/Urban Poverty Project) atas dana WorldBank. Proyek kedua ini memiliki sejumlah istilah dan singkatan yang bikin saya pusing. Namun yang paling sering terdengar adalah pemberdayaan (masyarakat).

Sampai awal 2009 ini istilah itu masih melekat dan sehari-hari saya temui. Setiap orang di kantor maupun di lapangan selalu ngomong ‘pemberdayaan’. Jika dikembalikan lagi… apa sih sebenarnya pemberdayaan?  Apa bedanya dg pembiaran?

Apa itu Pemberdayaan?

Di lapangan sepertinya definisi pemberdayaan itu susah diraba. Pemberdayaan terutama pemberdayaan masyarakat, itu abstrak dan tidak terukur dalam definisi yang jelas. Ukurannya tidak jelas. Entah karena saya tanya orang yang salah atau kasus yang saya temui memang tidak bisa mendefinisikan pasti, atau mungkin saya yang kurang bisa mencerna penjelasan demi penjelasan.

Ada yang bilang, “pemberdayaan itu mandiri secara besama”. Ada lagi, “pemberdayaan itu semua diserahkan pada masyarakat. Jadi yang memikirkan dan berproses masyarakat”. Ada yang bilang, “proses menggali potensi masyarakat untuk memecahkan masalah”. Ada lagi, pemberdayaan itu adalah “membangun kemandirian” (ini tujuan kali ya..).

Menurut pikiran saya, pemberdayaan merupakan proses membuat berdaya. Kalo pemberdayaan masyarakat berarti ya.. proses membuat masyarakat menjadi berdaya. Berdaya itu sendiri memiliki arti, berkemampuan. Entah kemampuan pikiran, ketrampilan, dana, kelembagaan atau apapun. Baca entri selengkapnya »

Kawasan Heritage: Tamansari

Posted on Updated on


Foto-foto ini hasil keliling-keliling (bahasa kerennya:  transek) di lokasi heritage Taman Sari di wilayah dampingan Program Community Settlement Plan (CSP) di Kota Yogyakarta. Heritage itu… indah namun menyimpan potensi bahaya! Mengapa? Hasil pemetaan swadaya yang terangkum dalam beberapa foto dibawah ini akan bercerita.

 

Baca entri selengkapnya »

CSP ReKOMPAK JRF dan perencanaan

Posted on Updated on


ReKOMPAK Jogja dalam program Community Settlement Plan (CSP) atas dana dari Java Reconstruction Fund (JRF) dengan leading sector Departemen Pekerjaan umum menempatkan para pelaku CSP sebagai perencana (PLANNER), terutama ke arah mitigasi bencana. Program CSP ini berjalan di 47 kelurahan di D.I.Yogyakarta. Untuk Kota Yogyakarta dan Kab. Sleman ada di :

  • Kecamatan Kraton (Kelurahan Panembahan, Patehan dan Kadipaten).
  • Kecamatan Kotagede (Kelurahan Prenggan, Purbayan, dan Rejowinangun)
  • Kecamatan Prambanan (Desa Sambi Rejo, Gayam Harjo dan Sumber Harjo)

Semua pelaku menjadi agen perencana bagi masyarakat. Masyarakat disinaoni (diberi pembelajaran) mengenai perencanaan desa/kelurahan. Pelaku utama ada di masyarakat, ini yang dimaksud pemberdayaan. Kecapatan dalam pemahaman di masyarakat tentusaja bergantung atas SDM, data dan waktu yang melekat padanya. Jadi kecepatan serapan, dan tingkat pemahamannya pun akan berbeda-beda.

Sedikit sharing (berbagi) mengenai perencanaan, dimana perencanaan merupakan kegiatan yang berakar dalam setiap perilaku manusia di segala tingkat sosial, mulai dari tingkat individual sampai pada kelompok masyarakat. Pada dasarnya perencanaan ada dalam keseharian. Tetapi menjalankan tugas rutin itu bukan perencanaan melainkan kegiatan yang wajar dan pada umumnya (rutin).

Perencanaan bukan kegiatan yang berdiri lepas dari kegiatan lain. Perencanaan memiliki pijakan yang beranjak realitas dan berkembang atas analisa. Jadi rencana bukan sekedar cita-cita, namun cita-cita yang berdasar. Untuk itu akan lebih baik jika perencanaan dilakukan dengan melibatkan lebih dari satu orang.

Baca entri selengkapnya »