Disaster

Seminar Nasional: Identitas Kota-kota Masa Depan di Indonesia

Posted on Updated on


Diselenggarakan oleh: Departemen Pekerjaan Umum – GMPPR – Hari Bakti PU ke-64 – The Wedhanapura – IAP – IAI

Sanur Bali, 21 Desember 2009

Sub tema:

  1. Green City for The Living
  2. Kota Indonesia yang Adaptif Terhadap Bencana
  3. The City of Enterprise
  4. Smart Growth City

Calls For Papers

  • Batas akhir pemasukan abstrak : 20 November 2009
  • Pengumuman abstrak : 27 November 2009
  • Pemasukan makalah lengkap : 4 Desember 2009

Format

  • Abstrak            : Font Arial 10, spasi 1, maksimum 500 kata
  • Makalah          : Font Arial 11, spasi 1, maks. 10 halaman A4
  • Abastrak dan makalah menggunakan Bahasa Indonesia.

Abstrak dikirim via email ke alamat: Baca entri selengkapnya »

Iklan

Belajar dari Kawasan Carribea

Posted on Updated on


Sebelum tahun 1990 usaha-usaha manajemen bencana tidak terintegrasi di dalam perencanaan pembangunan di kebanyakan Kepulauan Caribea. Pada masa tersebut tidak ada kerangka yang terintegrasi dan melembaga mengenai perencanaan pembanguanan dan investasi. Dari satu perspektif yang kelembagaan, negara-negara di kawasan Caribea terdiri dari negara-negara yang berdaulat dengan birokrasi yang terpisah.

Carribea_mapKerjasama antar negera di Kepulauan Caribea sudah mulai dilaksanakan sejak donor internasional berkolaboarasi di akhir tahun 1980. Donor-donor tersebut membentuk The Pan Caribbean Disaster Prevention and Planning Program (PCDPPP). Proyek ini merupakan kerjasama regional pertama kali dengan agenda kebencanaan. Kerjasama tersebut masih bersifat sementara.

Setelah kejadian Topan Badai Gilbert and Hugo,tahun 1993, muncul organisasi Organization of America State (OAS), United States Agency for International Development (USAID), Caribbean Disaster Mitigation Project (CDMP). Program pertamanya adalah The Caribbean Disaster Emergency Response Agency (CDERA), Caribbean Development Bank (CDB), dan kerjasama donor yang diarahkan khusus untuk: 

  • Berbagi data mengenai kerentanan bencana
  • Mengerahkan dukungan swasta dalam penghitungan bahaya (hazard assessment), dan
  • Membangun pendekatan yang komprehensif dalam manajemen resiko bencana. Baca entri selengkapnya »

3 Tahun gempa, sudahkah belajar?!

Posted on


Kurang lebih 3 tahun yang lalu 27 Mei 2006 menjadi momen penting bagi masyarakat Jogja-Klaten. Hampir semua orang tau dan merasakan. Terutama masyarakat Jogja. Hampir 6.000 korban jiwa. Tidak sedikit.

Banyak donor dan bantuan datang, dan hingga hari ini ada yang masih ‘bertahan’ di Jogja atas konsep mitagasi bencana. Trilyunan dana digelontorkan dan di-eguh-ke jadi macam-macam fasilitas. Dari monumental hingga pendidikan yang sifatnya tidak kentara.

Hal yang paling mendasar adalah, Apakah kita sudah belajar dari itu semua? Siapkah kita untuk gempa berikutnya? Atau mungkin kita sedang berharap proyek baru atas bencana yang ada?

Dua hari yang lalu (21/05/2009) saya sedang ‘jaga’ pameran bedah rumah dan bangunan di JEC. Kebetulan jadi satu dengan stand PU propinsi. Ada hal menarik yang ingin saya bagi…

Baca entri selengkapnya »

Kritisi Rumus PRB (3)

Posted on Updated on


Untuk tema resiko bencana sendiri terdapat setidaknya tiga usulan yang bisa dijadikan kerangka pikir. Banu Subagyo dari UNDP mengungkapkan bahwa bertemunya bahaya dan kerentanan tidak serta merta menimbulkan resiko. Senada dengan beliau tim Bakornas mengungkapkan, adanya unsur kemampuan masyarakat dapat mengurangi resiko bencana. Saya lebih setuju dengan istilah ketahanan. Dengan kata lain, semakin tahan terhadap bencana, maka resiko akan semakin kecil.

logika-prb

Risk assasment dalam ‘rumus’ PRB yang saya sampaikan dalam tulisan pertama (Kritisi Rumus PRB 1), tetap belum bisa dianggap sebagai rumus PRB. Rumus tersebut adalah penalaran logis yang muncul atas sejumlah faktor yang bekerja dalam munculnya resiko bencana. Untuk definisi sebelumnya sudah saya tulis dalam Kritisi Rumus PRB (2). Sebelum dilanjutkan terlalu jauh, saya membatasi tulisan ini dalam kerangka bencana alam. Baca entri selengkapnya »