Jogja

Gunung Merapi (1)

Posted on Updated on


Gunung Merapi menjadi topik hangat berita belakangan ini. Julukan Most Active Volcano In The World agaknya sangat beralasan. Merapi unik. Mungkin sudah ratusan alat (sensor) dipasang untuk memantau gunung ini sejak puluhan tahun yang lalu.

Gunung Merapi dari citra satelit Landsat TM

Bahaya volkan ini melengkapi warna bencana di DIY. Selain potensi gempa tektonik dan potensi tsunami pada sisi selatan, potensi longsor disisi barat, kekeringan pada sisi tenggara, Merapi menempati sisi utara. Inilah menariknya Jogja. Tumpuan ekonomi pada sektor wisata masih menjadi primadona, meskipun memiliki kerentanan bencana. Data resmi yang ada, sektor properti paska bencana sedang mengalahkan sektor ini. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Peta Kota dan Rute TransJogja

Posted on Updated on


Peta yang cukup komunikatif beserta rute perjalanan Trans Jogja (Busway-nya Jogja). Yang menarik disini adalah adanya marker kota yang dibuat dengan simbolisasi tidak kaku, detil dan terkesan hidup. Proporsi jalan cukup mewakili dengan kondisi sebenarnya. Informasi nama jalan dan legenda yang komunikatif. Informasi dalam peta ini sampai.

Ukuran besar bisa didownload disini (350kb):

Orientasi jelas, legenda jelas. Sedikit koreksi mengenai skala, meskipun bisa ditampilkan secara kasar namun dalam peta ini belum nampak. Sehingga jarak dan waktu tempuh belum dapat dikira-kira/diperhitungkan.

Peta ini sebenarnya bagian belakang dari brosur yang memuat informasi ticketing, transit, tarif dan sebagainya. Peta ini, bisa jg dibilang denah, dapat berbicara secara terpisah.

Menarik untuk dicermati dan mungkin bisa diterapkan di kota anda dengan lebih baik.

Untuk pemanfaatan lebih luas, untuk penghuni hotel misalnya, mungkin bisa ditambahkan dengan “ANDA DISINI” yang menunjuk lokasi dimana peta itu dibaca.

Bagaimana menurut anda?

Jogja 0km dalam 5 menit

Posted on


Djogja Nol Kilometer

Arah tenggara Nol Kilometer
Arah tenggara Nol Kilometer
Romantisme Lampu Merah. Bukan foto pre-wedding
Romantisme Lampu Merah. Bukan foto pre-wedding
04Old&New@Djogja-ajiekdarminto

 

Just a pocket cammera. Just 5 minutes. Just ajiek!

Bencana tidak mau tahu…

Posted on Updated on


 

Tanggal 31 Agustus 2009 kemaren ketika saya buka Outlook saya, ada email dari pak djuni yang mengutip dari Pikiran rakyat dua hari sebelumnya. dalam email tersebut disebutkan bahwa Provinsi Jawa Barat segera memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) untuk mengatasi dan mengkoordinasi penanggulangan bencana di provinsi itu.

DPRD Jawa barat telah mengesahkan pembentukan BPBD ini  dalam bentuk Perda tanggal 28 Agustus 2009. BPBD diharapkan sudah aktif terbentuk pada awal 2010 mendatang.

Kemudian komentar Pak Djuni: Sebenarnya dengan disahkannya Perda ttg BPBD Prov Jabar ini maka lembaga BPBD itu secara otomatis akan terbentuk. Tapi memang, utk dapat berfungsi suatu lembaga baru membutuhkan waktu dan sumber daya. 

Komentar saya: semoga bencana mau menunggu..

Dan benar. Ternyata bencana tidak mau menunggu, gempa bumi dg episentrum 142 Km Barat Daya Tasikmalaya, 2 September 2009 Pkl. 14.55 WIB menggunjang Jawa Barat. Tanpa ampun lebih dari 60 orang meninggal.

 Korban Gempa Jawabarat 2 Sept 09

Ada apa sebenanya dalam pembentukan BPBD? Jogja yang sudah diguncang sedemikian hebat dengan korban 100xlipat belum juga membentuk Badan ini. Saat ini tercatat baru 11 dari 33 propinsi yang membentuk.

Coba kita lihat di undang-undang penanggulangan bencana (UU no 24 tahun 2007) pasal 83 sampai dengan 85 :

Pasal 83

“Pada saat berlakunya undang-undang ini, paling lambat 6 (enam) bulan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah terbentuk dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah paling lambat 1 (satu) tahun sudah terbentuk.”

 

 Pasal 84

“Peraturan pemerintah sebagai pelaksanaan undang-undang ini harus sudah diterbitkan paling lambat 6 (enam) bulan sejak diundangkannya undang-undang ini.”

 

Pasal 85

“Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.”

Undang-undang ini disahkan tanggal 26 April 2007. Sehingga Oktober 2008 seharusnya semua daerah (provinsi) sudah memiliki lembaga ini. Jika sampai saat ini belum terbentuk, bukankah itu pelanggaran undang-undang. Pelanggaran ini sama dengan pelanggaran terhadap hak masyarakat untuk diberikan perlindungan terhadap bencana. Hak untuk selamat dari bencana, hak untuk memperoleh kesejahteraan. Baca entri selengkapnya »

3 Tahun gempa, sudahkah belajar?!

Posted on


Kurang lebih 3 tahun yang lalu 27 Mei 2006 menjadi momen penting bagi masyarakat Jogja-Klaten. Hampir semua orang tau dan merasakan. Terutama masyarakat Jogja. Hampir 6.000 korban jiwa. Tidak sedikit.

Banyak donor dan bantuan datang, dan hingga hari ini ada yang masih ‘bertahan’ di Jogja atas konsep mitagasi bencana. Trilyunan dana digelontorkan dan di-eguh-ke jadi macam-macam fasilitas. Dari monumental hingga pendidikan yang sifatnya tidak kentara.

Hal yang paling mendasar adalah, Apakah kita sudah belajar dari itu semua? Siapkah kita untuk gempa berikutnya? Atau mungkin kita sedang berharap proyek baru atas bencana yang ada?

Dua hari yang lalu (21/05/2009) saya sedang ‘jaga’ pameran bedah rumah dan bangunan di JEC. Kebetulan jadi satu dengan stand PU propinsi. Ada hal menarik yang ingin saya bagi…

Baca entri selengkapnya »

Kritisi Rumus PRB (3)

Posted on Updated on


Untuk tema resiko bencana sendiri terdapat setidaknya tiga usulan yang bisa dijadikan kerangka pikir. Banu Subagyo dari UNDP mengungkapkan bahwa bertemunya bahaya dan kerentanan tidak serta merta menimbulkan resiko. Senada dengan beliau tim Bakornas mengungkapkan, adanya unsur kemampuan masyarakat dapat mengurangi resiko bencana. Saya lebih setuju dengan istilah ketahanan. Dengan kata lain, semakin tahan terhadap bencana, maka resiko akan semakin kecil.

logika-prb

Risk assasment dalam ‘rumus’ PRB yang saya sampaikan dalam tulisan pertama (Kritisi Rumus PRB 1), tetap belum bisa dianggap sebagai rumus PRB. Rumus tersebut adalah penalaran logis yang muncul atas sejumlah faktor yang bekerja dalam munculnya resiko bencana. Untuk definisi sebelumnya sudah saya tulis dalam Kritisi Rumus PRB (2). Sebelum dilanjutkan terlalu jauh, saya membatasi tulisan ini dalam kerangka bencana alam. Baca entri selengkapnya »

Jalan Baru

Posted on Updated on


jalan-baru_okajiekdarminto21

Sebut saja Jalan Baru. Baru jadi soalnya, belum ada namanya. Belum resmi dibuka juga. Buat temen-temen yang dah jarang ke kampus or Jogja, ini buat ngobati kangen, ada info baru soal jalan tembus dari Monjali ke Pogung. Di klik aja image disamping untuk perbesar. Kalo masih kurang gede, klik, save dan di zoom sendiri sesukanya ya..