kerentanan

Kritisi Rumus PRB (3)

Posted on Updated on


Untuk tema resiko bencana sendiri terdapat setidaknya tiga usulan yang bisa dijadikan kerangka pikir. Banu Subagyo dari UNDP mengungkapkan bahwa bertemunya bahaya dan kerentanan tidak serta merta menimbulkan resiko. Senada dengan beliau tim Bakornas mengungkapkan, adanya unsur kemampuan masyarakat dapat mengurangi resiko bencana. Saya lebih setuju dengan istilah ketahanan. Dengan kata lain, semakin tahan terhadap bencana, maka resiko akan semakin kecil.

logika-prb

Risk assasment dalam ‘rumus’ PRB yang saya sampaikan dalam tulisan pertama (Kritisi Rumus PRB 1), tetap belum bisa dianggap sebagai rumus PRB. Rumus tersebut adalah penalaran logis yang muncul atas sejumlah faktor yang bekerja dalam munculnya resiko bencana. Untuk definisi sebelumnya sudah saya tulis dalam Kritisi Rumus PRB (2). Sebelum dilanjutkan terlalu jauh, saya membatasi tulisan ini dalam kerangka bencana alam. Baca entri selengkapnya »

Kritisi Rumus PRB (2)

Posted on Updated on


Berkaitan dengan tulisan sebelumnya, saya akan memaparkan beberapa definisi yang saya himpun dari berbagai sumber, dan masih ada kaitan dengan PRB. Cuplik sana cuplik sini, mungkin ada gunanya. Kalau ada yang kurang pas atau ada istilah baru tolong beri komentar ya..

Bencana didefinisikan

Sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faklor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (UU PB).

Menurut ISDR suatu gangguan serius terhadap keberfungsian suatu masyarakat sehingga menyebabkan kerusakan/kerugian yang meluas pada kehidupan manusia dari segi jiwa,materi, ekonomi atau lingkungan dan melampaui kemampuan masyarakatuntuk mengatasinya dengan menggunakan sumberdaya mereka sendiri. (ISDR, 2004)

suatu peristiwa yang disebabkan oleh alam atau karena ulah manusia, yang dapat terjadi secara tiba-tiba atau perlahan-lahan, yang menyebabkan hilangnya jiwa manusia, kerusakan harta benda dan lingkungan, serta melampaui kemampuan dan sumberdaya masyarakat untuk menanggulanginya. (MPBI, 2006)

Baca entri selengkapnya »