manajemen bencana

Peta Risiko Bencana tidak Relevan untuk Tata Ruang

Posted on Updated on


Ya. Peta Risiko Bencana tidak relevan dan tidak dapat digunakan sebagai pertimbangan tata ruang wilayah. Peta tata ruang memuat informasi perencanaan dimasa mendatang. Artinya peta ini merupakan alokasi ruang, baik struktur maupun pola-nya di masa mendatang.

Mengapa tidak relevan? Peta Risiko Bencana merupakan peta turunan (setidak-tidaknya) dari peta bahaya dan peta kerentanan. Peta bahaya merupakan potensi merusakkan proses atau situasi. Sementara kerentanan merupakan kondisi suatu komunitas yang mengarah pada ketidakmampuan dalam menghadapi bencana. Bertemunya bahaya dan kerentanan menghasilkan risiko. Artinya risiko bencana akan semakin tinggi jika bahaya dan atau kerentanan tinggi dan bertemu pada satu ruang yang sama. Jadi jika bahaya tinggi berada pada tempat/ruang yang berbeda dengan tingginya kerentanan maka tidak akan menghasilkan risiko bencana.

Baca entri selengkapnya »

Resilient, Adaptif atau Resisten terhadap bencana?

Posted on Updated on


Isu bencana alam telah menjadi tren yg tiada habisnya mengingat kondisi geografis kita di Indonesia. Sebuah pemikiran yang menggelitik dan mungkin menjadi pertanyaan bersama. Bahwa, bencana boleh sering terjadi tetapi bagaimana kita selalu siap, terkena dampak minimal, atau akibat dampak yang minimal. Belajar dari banyak kasus, sebenarnya di tingkat komunitas kita sadar atau tanpa sadar terbentuk ketahanan terhadap bencana. Ketahanan (resilient) yang terbentuk secara natural menjadikan mereka ‘kuat’ dalam setiap menghadapi bencana.

Sebagai contoh, sebagian masyarakat Gunungkidul mengalami kekeringan yang hebat di musim kemarau. Mereka tahu bakal selalu terjadi, dan selalu dapat bertahan. Mereka mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli air, bagi yang mampu. Atau berjalan berkilo-kilo untuk mengambil air. Toh dapat juga bertahan hidup. Antara terpaksa, dan bertahan.

Dengan contoh kasus diatas, penduduk tersebut tahan bencana (resilient) atau sedang melawan bencana (resistant) atau sebenarnya mereka beradaptasi? Antara TAHAN, RESISTEN dan ADAPTIF. Apa bedanya?
Mohon masukan