Tata ruang

Peta Risiko Bencana tidak Relevan untuk Tata Ruang

Posted on Updated on


Ya. Peta Risiko Bencana tidak relevan dan tidak dapat digunakan sebagai pertimbangan tata ruang wilayah. Peta tata ruang memuat informasi perencanaan dimasa mendatang. Artinya peta ini merupakan alokasi ruang, baik struktur maupun pola-nya di masa mendatang.

Mengapa tidak relevan? Peta Risiko Bencana merupakan peta turunan (setidak-tidaknya) dari peta bahaya dan peta kerentanan. Peta bahaya merupakan potensi merusakkan proses atau situasi. Sementara kerentanan merupakan kondisi suatu komunitas yang mengarah pada ketidakmampuan dalam menghadapi bencana. Bertemunya bahaya dan kerentanan menghasilkan risiko. Artinya risiko bencana akan semakin tinggi jika bahaya dan atau kerentanan tinggi dan bertemu pada satu ruang yang sama. Jadi jika bahaya tinggi berada pada tempat/ruang yang berbeda dengan tingginya kerentanan maka tidak akan menghasilkan risiko bencana.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Seminar Nasional: Identitas Kota-kota Masa Depan di Indonesia

Posted on Updated on


Diselenggarakan oleh: Departemen Pekerjaan Umum – GMPPR – Hari Bakti PU ke-64 – The Wedhanapura – IAP – IAI

Sanur Bali, 21 Desember 2009

Sub tema:

  1. Green City for The Living
  2. Kota Indonesia yang Adaptif Terhadap Bencana
  3. The City of Enterprise
  4. Smart Growth City

Calls For Papers

  • Batas akhir pemasukan abstrak : 20 November 2009
  • Pengumuman abstrak : 27 November 2009
  • Pemasukan makalah lengkap : 4 Desember 2009

Format

  • Abstrak            : Font Arial 10, spasi 1, maksimum 500 kata
  • Makalah          : Font Arial 11, spasi 1, maks. 10 halaman A4
  • Abastrak dan makalah menggunakan Bahasa Indonesia.

Abstrak dikirim via email ke alamat: Baca entri selengkapnya »